Subscribe to RSS Feed

Friday, 6 August 2010

Links untuk encode html : http://centricle.com/tools/html-entities/

Melihat statistik pengunjung : http://www.histats.com/

Cara Mengetikkan kode HTML pada blog

Pada mulanya, saya sempat bingung bagaimana cara mengetikkan kode HTML pada blog. Setiap kali saya mengetikkan kode HTML tersebut selalu saja kode tersebut langsung diterjemahkan. Akhirnya setelah saya googling lewat internet akhirnya saya menemukan cara.

Ternyata caranya sangat mudah. Klik disini. Setelah itu tuliskan kode HTML tersebut. Kemudian klik encode. Maka hasil encode tersebut tinggal di kopas saja ke halaman ketikan blog.

Ternyata mudahkan ....
:)

Belajar PHP - Pendahuluan

1. Pendahuluan
PHP merupakan singkatan dari PHP hypertext Preprocessor. Ia merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan di proses di server. Hasilnyalah yang dikirimkan ke browser.

Pada saat ini PHP cukup populer sebagai peranti pemrograman web, terutama di lingkungan linux. Walalupun demikian, PHP sebenarnya juga dapat berfungsi pada server-server yang berbasis UNIX, Windows, dan Macintosh.

Pada awalnya, PHP dirancang untuk diintegrasikan dengan web server Apache.Namun, belakangan PHP juga dapat bekerja dengan web sever seperti PWS (Personal Web Server), IIS (Internet Information Server), dan Xitami.

2. Skrip PHP

Skrip PHP berkedudukan sebagai tag dalam bahasa HTML. Sebagaimana diketahui, HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa standar untuk membuat halaman-halaman web. Sebagai Contoh, berikut adalah kode HTML (disimpan dengan ekstensi.htm atau html):

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Latihan Pertama</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Selamat Belajar PHP.<BR>

<?php
printf("Tgl. Sekarang: %s ", Date("d F Y"));
?>

</BODY>
</HTML>

Kode yang di awali <?php dan diakhiri dengan ?> yang dinamakan kode php . Pasangan kedua inilah yang berfungsi sebagai tag kode php. Berdasarkan tag inilah, pihak server dapat memahami kode PHP dan kemudian memprosesnya. Hasilnya dikirm ke browser. Contohnya diperlihatkan pada gambar berikut.



Menambahkan Counter Pengunjung untuk Mengetahui Jumlah Pengunjung

Untuk membuat blog atau website lebih interaktif, diperlukan adanya penghitung untuk melihat berapa jumlah kunjungan yang ada pada blog. Untuk para pemula, tentu hal ini masih sangat membingungkan.

Nah untuk menambah widget counter pengunjung kita dapat menggunakan histat. Atau buka link http://www.histats.com. Setelah itu lakukan pendaftaran seperti biasa dengan melengkapi form yang ada. Setelah akun kita di buat, lakukan log in. Pada jendela control panel tambahkan url blog anda dengan klik add a website. Setelah itu klik nama website yang anda tambahkan tadi. Pada halaman tersebut klik counter code.Kemudian klik add new counter. Pilihlah bentuk tampilan counter yang anda inginkan. Ikuti prosedur selanjutnya. Setelah itu klik save.

Copykan kode html kemudian masuk ke blog anda. masuk ke design - page element. add widget. pilih html/java scrypt. Paste html yang dikopikan tadi.kemudian di save. Maka akan muncul widget ccounter untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk.

Maurice Bucaille



Sebagian orang mungkin tidak asing lagi dengan nama ini. Ya.. Dia adalah seorang ilmuan yang masuk agama islam berkat penelitian yang dilakukannya dan ternyata apa yang ditelitinya itu ada di dalam Al-quran

Dr. Maurice Bucaille (lahir di Pont-l'Eveque, 19 Juli 1920 – meninggal 17 Februari 1998 pada umur 77 tahun) adalah seorang ahli bedah berkebangsaan Perancis. Ia terutama menjadi terkenal karena menulis buku tentang Islam, Al Qur'an dan ilmu pengetahuan modern.
Salah satu kontroversi yang masih menyelimuti keberadaannya adalah tentang statusnya saat dia meninggal, apakah dia sudah menjadi seorang Muslim, atau tetap pada kepercayaannya yang lama. Tidak ada bukti langsung yang dapat menjelaskan kontoversi ini, sedangkan bukti-bukti yang ada umumnya sudah terdistorsi oleh pandangan pribadi para penulisnya.

Berikut cerita singkatnya:
Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.

Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.
Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.
Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.
Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.
Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.
Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?
Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.
Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: ”Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”. Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras sekaligus menganggapnya mustahil.
Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.
Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.
Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.
Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran–kitab suci umat Islam–telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.
Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu.
Ia berkata pada dirinya sendiri. ”Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?”
Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ”Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka”.
Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.

Berikrar Islam
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.
Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.
Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: ”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).
Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: ”Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini”.
Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.
Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.
Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan

diambil dari berbagai sumber

Profil Penulis

Tempat dan tanggal lahir : Padang, 8 Juni 1991
Pendidikan :
1. SD Negeri 29 Ganting Utara Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia
2. SMP Negeri 8 Padang, Sumatra Barat, Indonesia
3. SMAN Agam Cendekia, Muko-muko-maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat
4. Saat ini tengah menempuh pendidikan S1 ilmu komputer Universitas Gadjah Mada

Hobby : nonton film one piece sama kadang-kadang main game
Motto : Lakukan hal terbaik di dalam hidup!!

Thursday, 5 August 2010

Kontroversi tentang Pencekalan Blackbery



Akhir-akhir ini tengah timbul wacana tentang pemblokiran Black Berry. Memang selular phone jenis black berry ini memiliki prestis yang tersendiri bagi penggunanya.Selain fitur-fiturnya yang menarik, privasi pengguna black berry ini juga terjaga. Karena saat ini layanan black berry terhubung langsung ke Kanada. Konon inilah yang menyebabkan di sejumlah negara mencekal penggunaan black berry karena dapat mengancam kemananan suatu negara.

Sedangkan di Indonesia sendiri, tengah diperbincangkan mengenai masalah ini. Saat ini layanan komunikasi yang ada di Indonesia hanya berfungsi sebagai "pipa" untuk penggunaan layanan black bery. Jadi artinya layanan komunikasi tersebut tidak bisa melihat transaksi informasi yang terjadi. Sehingga di sinyalir para teroris pun bisa tidak terjamah apabila mereka melakukan transaksi informasi.
Dan oleh sebab itu alangkah lebih baik jika disediakan server yang mengatur lalu lintas informasi untuk penggunaan blackbery dengan tujuan keamanan negara.